Sinergitas fungsional bahasa akademik terhadap pembentukan self-disclosure mahasiswa tingkat awal

Nuzmi Sasferi(1),
(1)   Indonesia

Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.29210/182300

Full Text:    Language : id

Abstract


Self disclosure perlu dilakukan oleh mahasiswa tahun pertama karena merupakan satu cara agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinergitas antara kompetensi fungsional bahasa akademik dengan Self disclosure. Sampel penelitian adalah 146 mahasiswa tahun pertama. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan Skala Self disclosure yang merupakan adaptasi dan modifikasi dari Jourard Self-Disclosure Questionaire dan Skala kompetensi sosial yang disusun berdasarkan aspek kompetensi sosial dari Buss. Hasil analisis didapatkan hubungan positif antara kompetensi fungsional bahasa akademik dengan self disclosure menunjukkan bahwa semakin tinggi kompetensi kompetensi fungsional bahasa akademik semakin tinggi pula self disclosure, dan sebaliknya.

References


Asandi, Q. R. (2010). Self-Disclosure pada Remaja Pengguna Facebook. Jurnal Penelitian Psikologi, 10-25.

Baron, R. d. (2004). Psikologi Sosial Jilid 1. Edisi 10. Alih Bahasa: Ratna Juwita. Jakarta: Erlangga.

Buss, A. H. (1995). Personality: Temperament, Social Behavior and The Self. Boston: Allyn and Bacon.

Gainau, M. B. (2009). Keterbukaan Diri (Self disclosure) Siswa dalam Persektif. Jurnal Ilmiah.

Gusmawati, T. I. (n.d.).

Hargie, O. T. (2001). Adolescence: Gender, Religion, and Adolescence Pattern of Self Disclosure in The Divided Society of Northern Ireland. Retrieved from .findarticles.com/p/articles: http://www.findarticles.com/p/articles/mi_m2248/is_144_36/ai_84722692/

Jourard, M. (1964). The Transparent Self: Self Disclosure and Well-Being. New York: Van Nostrand Reinhold Company.

Majida, R. (1999). Mahasiswa Sosok Apatis? Kompas Mahasiswa No. 63, 27-28.

Myers, G. d. (1992). The Dynamics of Human Communication: A Laboratory Approach. Sixth Edition. New York: Mc Graw Hill, In.

Norell, J. (1984). Self Disclosure: Implication for The Study of Parent-Adolescence Interaction. Journal of Youth and Adolescence, 163-178.

Oktafiani, S. N. (2014). Hubungan Antara Persepsi Siswa dengan Kompetensi Konselor dengan Self disclosure Siswa Terhadap Konselor di SMA Negeri 14 Semarang. Skripsi.

Oktafiani, S. N. (2015). Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Konselor dengan Self disclosure Siswa. Indonesian Journal of Guidance and Counseling, 48-55.

Papu, J. (2002, Maret 2005 12 ). Pengungkapan Diri. Retrieved from epsikologi.com: http://www.epsikologi.com/sosial/ 120702.htm

Rahmawati, A. &. (2018). Kompetensi Sosial Guru Dalam Berkomunikasi Secara Efektif Dengan Siswa Melalui Kegiatan Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sd Negeri Rejowinangun 3 Kotagede. Yogyakarta: Trihayu.

Sabrina, A. d. (2016). Pengaruh Kompetensi Sosial dan Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Medan Tahun Pelajaran 2015/2016. Jurnal Niagawan, 18.

Santrock, J. (2003). Adolescence Perkembangan Remaja. Alih Bahasa: Adelar dan Saragih. Jakarta: Erlangga.

Sari, R. R. (2006). Pengungkapan diri mahasiswa tahun pertama universitas diponegoro ditinjau dari jenis kelamin dan harga diri. Vol.3 no.2.

Sarwono, S. (1997). Psikologi Sosial: Individu dan Teori-Teori Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka. .

Tubbs, S. d. (1996). Human Communication Konteks-Konteks Komunikasi. Buku II. Alih Bahasa: Dedy Mulyana dan Gembirasari. Bandung: Temaja RosdaKarya.

Youniss, J. d. (1985). Adolescent Relation With Mothers, Fathers, and Friend. Chicago: The University of Cgicago Press.


Article Metrics

 Abstract Views : 39 times
 PDF Downloaded : 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.