Mengatasi Masalah Kepercayaan Diri Siswa melalui Konseling Kelompok

Mulkiyan Mulkiyan(1),
(1) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia  Indonesia

Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.29210/120800

Full Text:    Language : en

Abstract


Tahap pengembangan diri tidak terlepas dari peran penting akan kepercayaan diri disamping sebagai sumber motivasi kepercayaan diri juga dapat menjadi faktor dari kesuksesan seseorang. Berdasarkan wawancara terhadap salah satu guru bimbingan konseling (BK) di SMK 1 Depok mengatakan bahwa masih banyak terdapat di antara siswa yang kurang akan rasa kepercayaan diri dalam proses pembelajaran. Hal itu dapat terlihat saat siswa mengikuti pembelajaran yang bersikap grogi, malu, takut untuk menjawab pertanyaan atau mengajukan pertanyaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan konseling kelompok. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui penerapan konseling kelompok dalam mengatasi masalah kepercayaan diri siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini Deskriptif  Kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah 1 Guru Bimbingan Konseling. Objek penelitian ini adalah tahap-tahap pelaksanaan konseling kelompok dan tehnik yang digunakan dalam mengatasi rasa kepercayaan diri siswa SMK 1 Depok Sleman Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tahap-tahap pelaksanaan konseling kelompok di SMK 1 Depok Sleman Yogyakarta dalam mengatasi rasa kepercayaan diri, terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap pembentukan, transisi/peralihan, pelaksanaan, dan tahap pengakhiran dengan menggunakan 1 teknik, yaitu teknik umum.


Keywords


kepercayaan diri, konseling kelompok

References


Amawidyati, S. A. G., & Utami, M. S. (2007). Religiusitas dan psychological well‐being pada korban gempa. Jurnal Psikologi, 34(2), 164-176.

Angelis Barbara. (2005). Confidence (Percaya Diri). Jakarta: Gramedia Pustaka.

Asiyah, N. (2013). Pola asuh demokratis, kepercayaan diri dan kemandirian mahasiswa baru. PERSONA: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(2).

Barbara, A. (2005). Confidence (Percaya Diri). Jakarta: Gramedia Pustaka.

Batinggi, A., & Ahmad, B. (2014). Manajemen Pelayanan Umum.

Hikmah, A. U. (2016). Larangan Perkawinan Adat Geyeng Perspektif Hukum Islam (Studi kasus di Desa Ngadi Kec. Mojo Kab. Kediri).

Kurnanto, M. Edi. (2013). Konseling Kelompok. Bandung: CV. ALFABETA

Lexy J. Moleong. (2005). Metode Penelitian Kualitatif. Cet. 21: Bandung: Rosda Karya.

Mastuti, I. (50). Kiat percaya diri. Jakarta: Hi-Fest Publishing.

Prayitno, Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok, (Jakarta, Ghalia Indonesia, 2005)

Prayitno. (2005). Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok. Jakarta: Ghalia Indonesia.

R. Taylor, Confidence In Just 7 Days. (2009). Yogyakarta: Diva Press.

Rini, J. F. (2002). Memupuk rasa percaya diri. Jakarta: Team e-Psikologi.

Sihabudin, A., Sugihen, B. G., Susanto, D., & Asngari, P. S. (2015). Pengaruh Interaksi Sosial Komunitas Adat Baduy Luar Terhadap Persepsinya pada Kebutuhan Keluarga. Jurnal Penyuluhan, 6(1).

Siregar, N. S. S. (2017). Persepsi Orang Tua terhadap Pentingnya Pendidikan bagi Anak. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 1(1), 11-27.

Supriyo. (2008). Studi Kasus Bimbingan dan Konseling. Semarang: CV Niew Setapak.

Tohir, D. (2016). Program Bimbingan Pribadi Sosial untuk Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa. Dewan Eksekutif, 80.

Utama, A. B. (2011). Pembentukan Karakter Anak Melalui Aktivitas BermainDalam Pendidikan Jasmani. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 8(1).

Vitalis DS. (2008). Layanan Konseling Kelompok, Diklat Mata Kuliah Bimbingan Konseling IKIP PGRI Madium.

Vitalis DS. (2008). Layanan Konseling Kelompok, Diklat Mata Kuliah Bimbingan Konseling IKIP PGRI Madium.

Winkel. (2008). Bimbingan dan Konseling di Instutusi Pendidikan. Gramedia Widia Sarana Indonesia.

Wiranegara, C. (2010). Total Self-Confidence. Yogyakarta: New Diglossia Pers.


Article Metrics

 Abstract Views : 4541 times
 PDF Downloaded : 2163 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.