Peningkatan Kehadiran Siswa kelas XI Pemasaran 2 Menggunakan Konseling Perorangan Teknik Eklektik

Aida Mulyani(1),
(1) SMK Negeri 2 Padang  Indonesia

Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.29210/120000

Full Text:    Language : id

Abstract


Penelitian ini bernama Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dalam Bimbingan dan Konseling (BK) lebih dikenal dengan nama Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Penelitian ini dilakukan karena banyak ditemui siswa yang datang terlambat ke sekolah dan kurangnya frekuensi absensi siswa. Oleh sebab itu guru BK mencoba mengurangi keterlambatan ini dengan melakukan layanan konseling perorangan. Untuk lebih memaksimalkan hasil yang diharapkan menggunakan pendekatan konseling perorangan teknik eklektik. Subjek penelitian ini adalah lima orang siswa kelas XI Pemasaran 2 SMKN 2 Padang. Manfaat dari penelitian ini agar siswa yang absen dan terlambat datang ke sekolah dapat berkurang atau bahkan sampai tidak ada lagi siswa yang terlambat datang ke sekolah tiap harinya. Peneliti sebagai konselor dalam memberikan layanan konseling perorangan, dan rekan sejawat sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan layanan dilakukan sebanyak dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yakni; (a) perencanaan, (b) pelaksanaan, (c) observasi, dan (d) refleksi. Setelah dilakukan analisis hasil setelah dilakukan pelaksanaan konseling perorangan dengan teknik eklektik, terjadi pengurangan frekuensi ketidakhadiran siswa kelas XI Pemasaran 2. Dari hasil penelitian disarankan kepada guru BK hendaknya mendata dan memantau siswa yang terlambat datang ke sekolah, karena masih ada guru kelas dan guru BK yang bersikap acuh dengan ketidakdisiplinan siswa tersebut.

Keywords


kehadiran, konseling perorangan, teknik eklektik

References


Agus Supriyanto, M. P. (2016). Buku Panduan Layanan Konseling Individual Pendekatan behavioristik Teknik Shaping untuk Mengatasi Perilaku Terlambat Datang ke Sekolah.

Arikunto, S. (2004). Prosedur Penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Barus, G. (2011). Pengembangan Instrumen Asesmen Kebutuhan Perkembangan untuk Penyusunan Kurikulum dan Evaluasi Program BK. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 15(1), 22-46.

Daud, F. (2012). Pengaruh kecerdasan emosional (EQ) dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Biologi siswa SMA 3 Negeri Kota Palopo. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JPP), 19(2), 243-255.

De Porter, B & Hernacki, M. (1992). Quantum Learning. Terjemahan oleh Alwiyah Abdur Rahman. New York: Dell Publishing.

Dinartiwi, A. (2010). Persepsi siswa tenyang layanan bimbingan dan konseling di SMK Grafisika Yayasan Lektur Jakarta Selatan.

Hamalik, O. (1993). Metode Mengajar dan Kesulitan Belajar. Bandung: Transito.

Kependidikan, D. T., Jenderal, D., Kependidikan, P. M. P. D. T., & Nasional, D. P. (2008). Penilaian kinerja guru. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Masruroh, S. (2016). Upaya Peningkatan Kedisiplinan Masuk Kegiatan Belajar Mengajar Melalui Layanan Konseling Individu Pada Siswa Kelas VII H SMP Negeri 4 Surakarta Semester Satu Tahun 2011/2012. Majalah Ilmiah Pembelajaran, (1).

Mega Ralasari, T. (2015). Upaya Pengubahan Perilaku Membolos Siswa melalui Layanan Konseling Kelompok dengan Model CBT. Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan & Konseling, 1(1).

Muna, N., Yuwono, W., & Martiana, E. (2010). Sistem Informasi Manajemen Bimbingan Konseling di SMK2 Surabaya Berbasis JSP. EEPIS Final Project.

Pramita, T. S. (2016). Meningkatkan Minat Belajar Siswa melalui Konseling Eklektik dengan Menggunakan Media Superhero pada Siswa Kelas VIII MTS Swasta Darul Ulum Budi Agung Medan TA 2015/2016 (Doctoral Dissertation, Unimed).

Prayitno & Amti, E. (2004). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Prayitno. (2012). Seri Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling. Padang: Universitas Negeri Padang.

Sanyata, S. (2012). Teori dan aplikasi pendekatan behavioristik dalam konseling. Jurnal Paradigma, (14), 1-11.

Suryabrata, S. (1989). Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Press.

Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Utami, M. (2016). Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa melalui Konseling Eklektik dengan Menggunakan Media Superhero pada Siswa Kelas VIII DI SMP Negeri 35 Medan TA 2015/2016 (Doctoral dissertation, UNIMED).

Yayu Hindayah, Y. (2014). Bimbingan Konseling Individual dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa atas Layanan, Hambatan dan Hasil di Satu Atap Cikoneng, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).


Article Metrics

 Abstract Views : 1244 times
 PDF (Bahasa Indonesia) Downloaded : 1553 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.