Pengintegrasian Motif Ibadah Pendidik Sebagai Upaya Optimalisasi Pencapaian Tujuan Pendidikan

Dahlan Dahlan(1), Refnadi Refnadi(2), Zufriani Zufriani(3),
(1) UIN Sulthan Thaha Saifuddin  Indonesia
(2) Universitas Negeri Padang, Indonesia  Indonesia
(3) IAIN Kerinci, Indonesia  Indonesia

Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.29210/119900

Full Text:    Language : id

Abstract


 Pendidikan secara praktiknya tidak terlepas dari proses pembelajaran sepanjang ayat. Konsep ini bertujuan untuk mengidentifikasi keadaan muatan motif yang ada pada diri para pelaksana pendidikan, seperti pendidik, peserta didik, terutama terkait dengan penyelenggaraan proses pembelajaran sebagai suatu ibadah. Secara implisit penyelenggaraan proses pembelajaran merupakan suatu perbuatan ibadah. Perbuatan ibadah ini dilatarbelakangi oleh motif-motif tertentu oleh pelakunya, terutama pendidik dan peserta didik yang secara langsung terlibat di dalamnya. Setiap peserta didik sudah diberikan oleh Allah seperangkat potensi (fitrah) yang harus dikembangkan seoptimal mungkin melalui pendidikan. Potensi yang diberikan itu berjumlah 99 buah, seperti yang termuat dalam Asmaul Husna yang apabila dikembangkan akan mengembangkannya menjadi berbagai potensi. Hal ini sangat bergantung kepada peran pendidik yang akan membimbing pengembangannya.


Keywords


Motif Ibadah, Pendidikan, integrasi, asmaul husna

References


Al-Gazali, Al. 1997. Ihya’ Ulum al Din. Kairo, Dar Al-Manar.

Al-Nawawi. (2001). Al-Arba’in al-Nabawiyah. Libanon: Dar Ibnu Hazm.

Asfiati, A. (2014). I’jaz Al-Qur’an In The Views Of Al-Zamakhsyari And Sayyid Quthb Futurologi Pendidikan Islam. Fitrah: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman, 8(1), 107-116.

Baba, S. H. (1995). Aceh: Pusat Dakwah Islamiyah pada Abad ke 16 dan ke 18. Jurnal Usuluddin, 1, 158-168.

Departemen Agama, R. I. (2005). Al-Quran dan Terjemahan. Indonesia: CV Penerbit J-ART.

Depdikbud. (1999). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Depdiknas. (2004. Pendidikan adalah Ibadah. Jakarta. Depdiknas.

Dimyati dan Mudjiono. (1999). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Faizah, L. M. E. (2006). Psikologi Dakwah. Jakarta: Kencana Predana.

Gunawan, I., & Palupi, A. R. (2016). Taksonomi Bloom–Revisi Ranah Kognitif: Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Penilaian. Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, 2(02).

Gustina, G. (2016). Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Kelompok Sebaya. Ta'dib, 17(1), 46-52.

Hakim, D. (2012). Pengembangan Pendidikan Kewirausahaan Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Prosiding Seminas, 1(2).

Hasan Langgulung. (1991). Kreativitas dan Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna.

Indonesia, P. R. (2003). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Katsir, I., & Katsir, T. S. T. I. (1984). Diterjemahkan oleh H. Salim Bahreisy dan Said Bahreisy, Bina Ilmu.

Kenneth, Blanchard. (1992). Manajemen Prilaku Organisasi: Pendayagunaan Sumber Daya Manusia. Terjemahan oleh Agus Dharma. Jakarta: Erlangga.

Langgulung, H. (2001). Islamisasi Pendidikan Dari Perspektif Metodologi. Jurnal Pendidikan Islam, 9(3), 17-32.

Maarif, M. S. (2003). Manajemen Operasi. Jakarta: Grasindo.

Madsen, K.B. (1961). Theories Of Motivation. Copenhagen: Munksgaard.

Masruri, H. H. (2012). Filsafat Sains Dalam Al-Qur'an: Melacak Kerangka Dasar Integrasi Ilmu Dan Agama. El-Qudwah.

Meria, A. (2012). Pendidikan Islam di era globalisasi dalam membangun karakter bangsa. Al-Ta lim Journal, 19(1), 87-92.

Mohd. Ansyar. (2005). Sekolah Efektif. Padang:Universitas Negeri Padang.

Padmowihardjo, S. (2014). Psikologi Belajar Mengajar.

Peraturan Pemerintah No. 19 Th. 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Jakarta : Badan Standar Nasional Pendidikan.

Pokja Pengembangan Peta Keilmuan Pendidikan. (2005). Peta Keilmuan Pendidikan. Jakarta : Depdiknas Dikti.

Prayitno & Erman Amti. (1999). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta : PT Rineka Cipta

Prayitno. (2002). Hubungan Pendidikan. Jakarta : Direktorat SLTP, Dikdasmen Depdiknas.

Prayitno. (2005). Sosok Keilmuan Ilmu Pendidikan. Padang : FIP Universitas Negeri Padang.

Prayitno. (2009). Dasar Teori dan Praksis Pendidikan. Jakarta: Gramedia.

Raharjo, S. B. (2010). Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Menciptakan Akhlak Mulia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 16(3), 229-238.

Rahmawati, R. F. (2016). Kaderisasi Dakwah Melalui Lembaga Pendidikan Islam. Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah, 1(1).

Rochmat, S. (2002). Reformasi Pendidikan Agama Di Era Modern Untukmewujudkan Masyarakat Madani. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 3(3).

Sanaky, H. A. (2008). Permasalahan dan Penataan Pendidikan Islam Menuju Pendidikan yang Bermutu. El Tarbawi, 1(1), 83-97.

Setyowati, E. (2009). Pendidikan Budi Pekerti Menjadi Mata Pelajaran di Sekolah. Lembaran Ilmu Kependidikan, 38(2).

Shomad, A. (2004). Selayang Pandang tentang Antropologi Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1).

Sudarsana, I. K. (2016). Pemikiran Tokoh Pendidikan Dalam Buku Lifelong Learning: Policies, Practices, And Programs (Perspektif Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia). Jurnal Penjaminan Mutu, 2(2), 44-53.

Suderadjat. (2004). Implementasi Kerikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Bandung: CV. Cipta Cekas Grafika.

Suharjono, M. (2013). Pesantren: Model Pendidikan Bernuansa IMTAQ, IPTEK, dan Karakter. Jurnal Pelopor Pendidikan, 4(1), 41-50.

Suherman, E. (2008). Model Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Kompetensi Siswa. Educare, 5(2).

Suryabrata, Sumadi. (2002). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. RajaGra-findo Persada.

Ulich, Robert. (1961). Philosophy of Education. New York. American Book Company

Undang-Undang Guru dan Dosen. UU. RI No. 14 Th. 2005, Jakarta : Sinar Grafika.

Usman, Uzer. (1996). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Utari, R., Madya, W., & Pusdiklat, K. N. P. K. (2011). Taksonomi Bloom. Jurnal: Pusdiklat KNPK.

UU.Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta : BP. Cipta Jaya.

Wahyuddin, W. (2017). Pendidikan Sepanjang Hayat Menurut Perspektif Islam. Saintifika Islamica, 3(02), 191-208.


Article Metrics

 Abstract Views : 749 times
 PDF (Bahasa Indonesia) Downloaded : 367 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.