Acceptance and Commitment Therapy (ACT) Bagi Penderita Gangguan Stress Pasca Bencana

Yessy Elita(1*), Afifatus Sholihah(2), Syahriman Sahiel(3),

(1) Universitas Bengkulu
(2) Universitas Bengkulu
(3) Universitas Bengkulu
(*) Corresponding Author




Abstract

Bencana alam menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia  mulai dari gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, dan bencana lainnya. Bencana ini menimbulkan dampak psikologis yang sangat besar berupa trauma dan stress pada individu, keluarga dan masyarakat. Gangguan stress pasca trauma (PTSD) merupakan reaksi maladaptif yang berkelanjutan terhadap suatu pengalaman traumatis yang dapat diderita berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Kondisi demikian akan menurunkan kualitas hidup bagi penderitanya dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, salah satu penanganannya dengan menggunakan terapi ACT (acceptance and commitment therapy). Terapi ini merupakan terapi keperilakuan (behavioral) yang relatif baru dikembangkan dan digunakan untuk mengurangi perilaku menghindar atau melarikan diri dari pikiran-pikiran, emosi dan memori mengenai peristiwa-peristiwa yang traumatic. Perilaku menghindar ini kemudian digantikan dengan perilaku menerima peristiwa traumatis dan membuat komitmen untuk mengubah/ memperbaiki perilaku sesuai dengan tujuan-tujuan hidup klien. Tujuan akhr dari terapi ACT tidak hanya sekedar menghilangkan gejala-gejala trauma akan tetapi meningkatkan kualitas hidup klien di masa mendatang. Adapun tujuan artikel penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai terapi ACT (Acceptance and Commitent Therapy), dan manfaatnya bagi penderita gangguan stress pasca bencana.


Keywords

ACT, PTSD, stress, bencana

References

Harris, R. (2006). Embracing your demons: an overview of acceptance and commitment therapy. Pychotherapy in Australia, Vol. 12 (4): 1-8.

Hayes, S.C., Bisset, Roget,N., Padilla, M., Kohlenberg, B.S, Fisher, G., et al. (2004). The impact of acceptance and commitment training on stigmatizing attitudes and professional burnout of substance abuse counselors. Behavior therapy, Vol. 35, 821-836.

Hayes, S.C., Wilson, K.G., Gilford, E.V., Follete, V.M., & Strosahl, K. (1996). Experiential avoidance and behavioral disorder: A functional dimensional approach to diagnosis and treatment. Journal of consulting and clinical psychology, 64, 1152-1168.

Koentara,J.MenanganiKasusBencana.http://www.dispsiad.mil.id/index.php/en/publikasi/artikel/221-post-traumatic-stress-disorder-ptsd.

Orsillo, M.S., & Batten, V.S. (2005). Acceptance and Commitment Therapy in the treatment of posttraumatic stress disorder. Behavior modification, Vol. 29 (1), 95-129.

Sapienza, J.K.& Masten, A.S. (2011). Understanding and promoting resilience in children and youth. Current opinion in Psychiatry, 2(4), 267.

Smith, M., Segal, R., Segal, J. (2008). Posttraumatic stress disorder (PTSD): Symptoms, Treatment and Self-Help.


Full Text: PDF

DOI: 10.29210/117800
10.29210/117800

Article Metrics

Abstract View : 0 times
PDF : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.